Selasa, 08 Januari 2013

Batu Fosil Kayu



Fosil Kayu ( Petrified wood ) adalah Kayu yang membatu dimana semua bahan organiknya telah digantikan oleh mineral ( biasanya sejenis silikat, seperti quartz) , dengan struktur kayu tetap terjaga.

Proses fosil terjadi di bawah tanah, ketika kayu terkubur di bawah lapisan sedimen. Air yang banyak mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel tanaman dan sementara lignin dan selulosa membusuk, mereka digantikan oleh batu. Hal ini bisa terjadi setelah bertahun-tahun terpendam bahkan setelah diteliti, terpendam selama Jutaan tahun. Artinya kayu tersebut telah ada sebelum manusia hadir di bumi ini, dan mungkin juga dengan jaman yang disebut PRA SEJARAH.
( 25 juta – 2 juta tahun sebelum SM ). Ciri untuk menemukan petrified wood adalah ditemukannya produk gunung api tersier.

Di Indonesia, banyak juga terdapat
Fosil kayu sebagai harta alam terpendam yang masih banyak belum di gali. Tak banyak kalangan yang paham dengan Fosil Kayu terkait dengan ” nilai” nya. Bila ditelisik lebih jauh, selain sebagai komoditas, sebenarnya Fosil Kayu memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Kita bisa membayangkan sebuah tanaman yang sudah hidup jutaan tahun yang lalu. Karena Fosil kayu adalah sisa pohon dari zaman purba yang masih bisa dijumpai pada masa kini dalam bentuk kayu yang membatu. Fosil kayu mempunyai ciri-ciri seperti kayu pada umumnya makanya mudah diidentifikasi secara kasat mata. Jika dilihat dengan mikroskop, struktur sel-selnya pun mirip sel kayu hidup. Hanya materialnya sudah tergantikan dengan mineral alam, bukan lagi organik nabati.

Karakteristik unik, keras, dingin, bercahaya, warna-warni dan berusia jutaan tahun. Umur fosil kayu sangat mempengaruhi warna karena adanya proses tekanan dan pergesekan dengan kulit bumi selama bertahun-tahun. Menurut info, yang berwarna alam seperti coklat, hitam, atau putih telah berumur sedikitnya 25 juta tahun. Ada klasifikasi dalam fosil kayu ini. Tergantung pada jenis pohon apa dia terbentuk, bagaimana proses geologinya, dan apa mineral pengisinya. Yang bermutu adalah yang memiliki gem quality dan berkilap seperti kaca setelah diproses dengan lapidary tools. Tidak memerlukan perawatan khusus. Hanya kadang dibersihkan & diberi tatakan yang indah.

Di Amerika dipandang sebagai
barang langka ( asset ) , sedangkan di Indonesia fosil kayu masih ditelantarkan. Beberapa kawasan di Amerika Serikat dinyatakan tertutup untuk mencegah fosil kayu dibawa untuk suvenir. Di Indonesia, penggemar yang secara khusus mengoleksi fosil kayu belumlah banyak.  Bentuknya yang mirip gelondongan kayu, orang jadi acuh tak acuh. Padahal sebetulnya fosil kayu yang bagus dan langka juga banyak. ” Dia tak kelihatan cantik karena sisi yang memperlihatkan lingkaran kambium tidak dipoles sehingga warnanya tidak keluar. Tapi yang utama kekurang populerannya karena kurang publikasi.

Ada yang percaya batuan itu punya K
hasiat, misalnya memberi wibawa, menarik rejeki dll. Bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 100 juta. Keberadaan Fosil kayu memang sudah lama diburu orang untuk dijadikan koleksi karena tampilannya yang khas dan unik. Karena bisa dalam satu fosil warnanya beragam, jadilah kini benda itu menjadi benda eksklusif yang layak dikoleksi oleh penggemar fosil kayu.